Sabtu, 27 Desember 2008

KEUNTUNGAN AGEN TELUR AYAM RAS

Dimanapun, dikota manapun tentu saja selalu ada agen atau distributor telur ayam ras atau telur ayam horn. Mulai dari toko grosiran atau pedagang kelilingan. Untuk toko grosiran sembako dengan omset telur ayam horn 300 s/d 500 kg per hari sudah merupakan pedagang grosir yang cukup besar. Sedangkan untuk agen atau pedagang kelilingan dengan omset 1 hingga 1,5 ton per hari adalah agen yang cukup besar juga.

Sebetulnya dengan omset tersebut, komoditi telur ini mudah sekali untuk mendapatkan keuntungan. Kenapa demikian?, untuk komoditi telur ini biasanya pelanggan tidak mudah pindah ke pedagang lain jika mereka sudah mempercayai kualitas dari barang kita. Sehingga kita dapat memastikan omset kita dengan loyalitas dari pelanggan kita tersebut. Karena itu kita harus menjaga hubungan baik dengan pelanggan kita tersebut, karena loyalitas pelanggan sebenarnya bukan hanya sekedar karena harga saja melainkan juga tergantung dari pendekatan kita terhadap mereka.

Kalau kita ini sudah memiliki pelanggan rutin tersebut maka kita dapat mulai mencari keuntungan besar dengan fluktuasi harga telur ini. Pada saat harga cenderung naik atau kita sudah dapat informasi harga naik, jangan kita menahan barang dan tidak memberi kiriman ke pelanggan kita, tapi kita tetap memberinya dengan memberikan kenaikan harga yang sewajarnya saja. Tetapi kita memasukan barang yang lebih banyak. Atau bahasa sederhananya jika harga cenderung stabil atau turun kita cukup mengambil barang untuk cukup putaran 1 hari saja, tapi bila harga cenderung naik maka kita masukan telur untuk kebutuhan satu minggu sekaian. Nah, disinilah keakuratan informasi sangat diperlukan.

Minggu, 21 Desember 2008

PELUANG BISNIS TELUR RAS

Telur ras, leghorn atau telur horn begitu istilah yang dipakai untuk menyebutkan salah komoditi bahan pokok ini. Yang namanya bahan pokok tentu sangat menjanjikan sekali jika di jadikan jenis usaha perdagangan. Karena yang namanya bahan pokok tentu omsetnya bisa diharapkan kontinyuitasnya.

Ada beberapa bahan pokok yang harganya sudah dipatok oleh pemerintah, misalnya gula, minyak atau beras. Untuk bahan pokok jenis ini, tentu saja kalau kita mau mendapatkan untung yang besar haruslah omsetnya yang kita kejar. Tidak mungkin kita bisa memperoleh keuntungan yang lumayan hanya mengambil dari split harga beli dan harga jualnya. Dimana harga beli dan jualnya tentu saja sudah sangat mum dan hampir bisa dikatakan sama.

Kembali ke telur horn ini, komoditi ini sudah menjadi bahan pokok namun harganya masih sangat tergantung dari fluktuasi alami pasar. Dimana permintaan naik pada bulan-bulan tertentu, maka harga pun naik, demikian juga disaat daya serap pasar turun, maka otomatis hargapun akan turun dengan sendirinya. Sebetulnya fluktuasi harga ini bukanlah peternak yang menentukan. Kadang memang banyak pedagang yang belum bisa memahami fluktuasi harga ini, padahal jika mereka jeli maka justru di fluktuasi inilah akan ada sebuah keuntungan yang sangat besar.

Bagaimana peluang usaha untuk jenis perdagangan telur horn ini?. Peluang besar bagi pedagang telur horn ini adalah jika di daerah tersebut belum ada peternak ayam ras atau kalaupun ada jumlahnya hanya sedikit sehingga sangat tidak mencukupi kebutuhan pasar untuk daerah tersebut. Dari mana kurangnya kebutuhan telur di daerah ini diperoleh? Tentu saja kebanyakan daerah ini pasokanya dari blitar. Seperti jakarta, bandung dan daerah luar pulau di wilayah indonesia timur. Mengapa daerah ini menjadi peluang yang besar dalam memperoleh keuntungan? Karena tidak ada atau kurangnya telur lokal tentu saja fluktuasi harganya selalu mengikuti harga dari blitar. Maka apabila harga di blitar naik otomatis harga didaerah ini bisa langsung dinaikan dan tentu saja ini jadi sebuah keuntungan untuk pelaku bisnisnya.

Lainlagi dengan daerah yang sudah banyak peternak ayam rasnya, tentu saja daerah ini sebagian besar kebutuhan pasarnya sudah bisa di penuhi dari hasil produksi telur lokalnya. Yang Hanya pada saat musim-musim tertentu saja membutuhkan pasokan tambahan dari luar. Tetapi tentu daerah ini standart harganya tetap mengikuti harga di blitar, mengapa demikian? Karena tentu saja kalau di daerah ini harganya lebih murah dari blitar maka pasti para distributor telur dari blitar akan berburu barang murah dari daerah ini. Hal ini berlaku untuk telur itik dan telur puyuh, pada saat-saat tertentu hara telur puyuh di turen malang lebih rendah dari di blitar, dan telur itik di banyuwangi lebih rendah dari harga telur itik di blitar.

Sepengetahuan saya sampai saat ini untuk telur ras belum pernah terjadi, para distributor telur di blitar mencari barang dari daerah lain untuk memenuhi pasarnya baik untuk pasar luar kota maupun luar pulau. Kalaupun harga di daerah lain itu kadang lebih rendah, itu biasanya disebabkan kurangnya pengetahuan para peternaknya bahwa sebenarnya harga dipasaran telah naik, atau bisa dikatakan daerah tersebut ketinggalan informasi tentang kenaikan harga.

Jadi untuk daerah yang sudah banyak populasi ternaknya inilah sebenarnya peluang itu sudah mulai bergeser, yaitu peluang bagus untuk mengembangkan peternakan dan sudah kurang bagus untuk mengembangkan perdaganganya. Sejauh yang saya alami sampai saat ini untuk kenaikan harga biasanya daerah tersebut "nggandol" atau tertinggal karena kebanyakan peternaknya kurang informasi tentang perkembangan harga. Dan semakin berkembangnya populasi ternak di daerah ini maka peluang pasar untuk para pedagang kelilingnya juga semakin kecil dan split keuntunganya pun juga bertambah kecil. Saran saya, mulailah mengembangkan pasar keluar daerah untuk para pedagangnya dan lebih bagus lagi jika anda juga sudah mulai merintis juga untuk mulai investasi di peternakan.

Sabtu, 20 Desember 2008

ENAK JADI PETERNAK APA PEDAGANG YA.....

Sering saya baca di forum ini tentang konflik internal antara pedagang dan peternak, hehehe....
Sang pedagang pingin telur murah dan si peternak pingin telurnya mahal. Kalo dapat telur murah dan jualnya bisa mahal untung yang lumayan buat pedagang. Dan kalau peternak bisa jual mahal maka untung yang lumayan juga buat peternak. Yah, dua buah keinginan yang selalu bertentangan tetapi tetap saling bergandengan dan saling membutuhkan. Ibarat lidah dan gigi, walaupun sering kena gigit tapi lidah juga tetap pada tempatnya. Betul khan?????


Sebenarnya enak jadi pedagang apa peternak ya?, mari kita kaji lebih dalam lagi. Untuk menjadi pedagang dengan omset per hari 1 ton saja maka kita hanya perlu modal untuk 3 kali putaran sa sekitar 35 jutaan dengan kondisi harga seperti saat ini. Tapi dari yang sering saya ketahui , pedagang itu punya modal 1 putaran wis bagus.... umumnya banyak tempo nya hehehe... maaf lho pak pedagang...

Sedangkan untuk menjadi peternak dengan produksi per hari 1 ton maka kita perlukan modal sekitar 1 milyar dengan asumsi kita punya populasi produksi 20.000 ekor dengan per ekor ayam plus kandangnya membutuhkan biaya 50.000 rupiah. Sungguh besar sekali perbedaan modal yang harus disiapkan untuk menjadi peternak besar, padahal untuk pedagang yang punya omset sekitar 1 ton per hari saja sudah bisa dikategorikan pedagang besar.
Dengan modal yang cukup besar tersebut wajar saja jika peternak sangat perlu berhati-hati dalam menjual produksinya. Karena pada dasarnya peternak resiko kerugianya juga lebih besar. Bukan saja resiko dari buruknya harga telur tetapi juga dari resiko penyakit pada layernya.

Nah, sekarang kita kembali ke persoalan awal lagi, untung yang mana? Dari yang saya alami selama ini, menurut kami pedagang akan bisa sukses besar jika pedagang tersebut juga memiliki Ternak. Karena dengan memiliki ternak sendiri juga bisa dijadikan daya pengikat kepada pelanggan kita, selain itu jika kita memiliki ternak sendiri, kita akan banyak mendapatkan tambahan modal dari suplier pakan yang biasanya juga memberi tempo pembayaran yang cukup lama untuk kita. Maka dengan adanya tempo yang lama ini tentu saja sangat membantu perputaran untuk modal dagang kita.

Untuk tahap awal pedagang yang ingin punya ternak sendiri ngak usah langsung besar, sisihkan saja sebagian keuntunganya untuk mulai berternak. DOC nya utang, Pakanya pinjam dan telurnya nanti buat nyicil utangnya.... , Wah.... kalo untuk urusan utang tentu pak pedagang nggak usah di ajari lagi, pasti sudah pinter semua hehehehe...

Sekarang untuk peternak, apa juga harus jadi pedagang juga supaya bisa sukses? Sebaiknya peternak tetap saja fokus pada bidangnya, karena pada dasarnya bisnis atau dagang adalah sebuah naluri, jadi tidak semua orang bisa memiliki. Peternak untuk mencapai kesuksesan cuma dibutuhkan ketelatenan dan keuletan, hanya kalo bisa dibarengi dengan dagang maka kesuksesan itu akan lebih cepat di capai. Tetapi jangan dipaksakan.



Jumat, 05 Desember 2008

KATUL PROSESAN

Terlepas dari naik atau turunya harga telur, kita tetap harus selalu memperhatikan kualitas pakan dari layer kita. Sebab, bagaimanapun juga dengan kondisi pakan yang bagus, 80% kesehatan ternak kita sudah dapat terjaga.

Komponen utama pakan kita tentunya hanya Konsentrat, Jagung dan katul ini. Untuk konsentrat kita sudah bisa percaya dengan Kualitasnya, walaupun untuk merek-merek tertentu kadang kualitasnya juga juga sering berubah-ubah. Untuk Jagung kita hanya perlu memperhatikan kadar airnya saja, sebaiknya kita jangan membeli jagung pecah melainkan membeli jagung pipilan saja supaya kita benar-benar yakin bahwa jagung kita tidak tercampur dengan bahan-bahan subsitusi yang lain.

Dari ketiga komponen utama ini yang kemungkinan banyak sekali dipermainkan oleh pedagang yaitu kualitas dari katul. Dengan kondisi yang sulit untuk mendapatkan pasokan katul ini, peluang pencampuran katul ini dengan berbagai macam campuran yang dapat merusak ternak kita sangat besar kemungkinan terjadinya.

Gambar ini adalah salah satu tempat pengolahan katul prosesan, Jika katul prosesan tersebut masih mencapur antara katul separator dan katul kasar dari penggilingan padi kelilingan yang di giling kembali biar tampak halus, ini masih tidak terlalu berpengaruh efeknya. Tetapi apabila katul prosesan ini merupakan campauran dari rumput laut atau bahkan memakai tepung batu, maka siap-siap rusaklah produksi dari ternak kita.

Oleh karena itu, untuk pasokan katul untuk ternak kita sebaiknya kita jangan terlalu terpancing dengan harga murah, cara yang paling aman adalah kita mengambil rutin atau kontrak saja dengan penggilingan padi atau pedagang yang sudah jelas dan dapat di pertanggungjawabkan kualitas katulnya.

Walaupun prosentase pemakaian katul ini lebih sedikit dibanding dengan jagung dan konsentratnya, namun efeknya akan sangat merugikan sekali terhadap ternak kita, kalau sekali saja kita mendapatkan katul yang mengandung tepung batu untuk campuranya.

Rabu, 03 Desember 2008

BIAR LAMBAT ASAL SELAMAT

Yah... begitulah ungkapan yang bisa saya katakan untuk para pedagang telur dimanapun berada, terutama bagi pemula yang saat ini baru memulai bisnis di dunia perteluran ini.

Kita harus berhati-hati sekali dalam melayani orderan yang datang kepada kita, jangan terlalu memburu omset namun hanya memperoleh pembayarannya hanya dengan nota, kita perlu waktu yang tidak sebentar untuk dapat menilai seoarang pedagang itu kredible atau tidak.

Tetapi juga tidak sedikit trik-trik pedagang nakal yang seolah-olah cengli atau bonafid dengan berani melakukan pembayaran dimuka atau transfer uangnya terlebih dulu. Banyak teman-teman saya di blitar yang jatuh dalam berbisnis jual beli telur ini karena kurangnya teliti dalam melakukan transaksi dengan pedagang luar kota. Pada awalnya para pedagang nakal ini melakukan pembayaran dimuka, untuk 2 sampai tiga kali transaksi, kemudian sudah mulai nggandol atau nunggak setengah nota, nah... hal seperti ini kalau kita teruskan maka dana beku kita akan semakin besar.

Kita jadi serba salah, kita teruskan jadi tambah besar modal kita yang membeku, tidak kita teruskan juga tidak kembali modal kita yang sudah beku. Padahal kalau kita mau berhitung, keuntungan dari penjualan telur ras ini kecil sekali keuntungannya dibanding dengan resikonya, Bahasa umumnya... untuk penjualan telur ras ini sampai ke tempat tujuan di luar kota hanya sekitar 100/200 rupiah per kilonya untuk keuntungan bersihnya, Jadi untuk satu rit ( 4 ton) kalo kita ada melesetnya pembayaran mungkin kerja satu tahun baru pulih lah modal kita.

Oleh karena itu, bagi anda yang saat ini sedang bersemanga-semangatnya untuk menekuni bisnis ini, sebaiknya belajarlah dengan jual dan beli telur lokalan dulu. Walaupun hasilnya kecil tapi tingkat keamanan dan rutinitasnya bisa di jamin. Seandainya anda bisa mendapatkan pasar di luar daerah sebaiknya urusan pembayaran ini harus lebih diperketat. Semoga pengalaman saya ini dapat menambah wawasan untuk kita semua.

Minggu, 30 November 2008

HARGA TELUR ITIK

Untuk telur yang satu ini, blitar memang bukan menjadi acuan harganya. Populasi itik di blitar jumlahnya tidak sebesar populasi layer(ayam ras), ayam arab dan puyuh.

Populasi itik sebenarnya untuk jawa timur yang cukup besar adalah di jawa timur bagian timur atau wilayah tapal kuda, mulai probolinggo sampai dengan banyuwangi. Hanya karena blitar sudah terkenal sebagai sentral nya telur, seolah-olah pengiriman telur itik pun kebanyakan suplai nya dari blitar juga.

Dari yang saya amati sampai saat ini, pada waktu telur itik permintaannya naik, justru banyak pengepul dari blitar ini yang mendatangkan telur itik dari wilayah timur jatim ini. Jadi naik atau turunya telur itik bisa kita prediksi justru dari daerah probolinggo sampai banyuwangi ini.

Untuk daerah tapal kuda ini, telur pengiriman rutinya ke daerah Bali. Jadi apabila permintaan dari Bali ini naik maka harga pun akan ikut naik, yang kemudian juga di ikuti juga kenaikan harga telur itik di blitar. Tetapi kalau permintaan telur dari bali ini lembek, maka telur-telur ini larinya ke wilayah barat, sehingga harga yang ke arah baratpun turun.

Kapan harga telur itik ini akan kembali membaik? Kita bisa membaca indiksinya dari naiknya permintaan telur itik ini dari Bali. Permintaan telur dari bali naik jika disana akan ada upacara hari besar ke agamaan. Mungkin lain waktu akan saya tuliskan juga kapan saja hari besar- hari besar keagamaan di Bali yang sangat membutuhkan pasokan telur itik yang cukup besar.