Senin, 25 Mei 2009

Permasalahan peternak itik petelur

Oleh : Rikma , peternak bebek blitar



Cara mudah pemesanan :

  1. Kirim SMS Nama VITAMIN yang ingin anda beli dan alamat anda Ke 085859162337

  2. Kami akan membalas tentang ketersediaan barang dan harga sampai ketempat anda.

  3. Silahkan anda melakukan transfer KE REK BCA 0243945825 an DINA KUSUMAWATI
  4. Pengiriman barang akan kami proses
  5. Silahkan menunggu pesanan anda di rumah anda
  6. Minimal order untuk jenis serbuk 1 kg dan 1 liter untuk jenis cair.


EGG PROMOTOR

Kombinasi multivitamin dan asam amino untuk merangsang

produksi telur



Komposisi per Kg:

Bacitracin MD 50.000 mg Vitamin B2 3.000 mg

Inositol 10.000 mg Vitamin B6 1.000 mg

Vitamin A 3.000.000 IU Vitamin B12 3 mg

Vitamin D3 600.000 IU Vitamin C 15.000 mg

Vitamin E 2.500 mg Nikotinamide 15.000 mg

Vitamin K3 1.000 mg Asam folat 50 mg

Vitamin B1 2.000 mg Ca-d-Panthothenate 5.000 mg

Indikasi :

  • Meningkatkan dan mempertahankan masa produksi telur secara optimal.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Mencegah stress pada berbagai kondisi.
  • Mencegah kekurangan vitamin.

Aturan Pakai dan Dosis :

Diberikan lewat air minum.

Unggas : 5 gram /10 liter air minum.









Banyak hal atau faktor yang menentukan untuk keberhasilan sebuah peternakan itik petelur , salah satunya adalah bibit. Sekarang ini hal yang paling dirasakan oleh para peternak itik petelur adalah ketersediaan bibit yang berkualitas masih sangat kurang berada dipasaran. Pemerintah khususnya Departemen yang terkait dalam peternakan memang sudah lama melakukan riset dan pegembangan pengetahuan tentang masalah ini, dan telah menghasilkan berbagai bibit unggul untuk itik petelur. Tetapi sayangnya dari hasil pegembangan tersebut kita para peternak itik/bebek petelur belum bisa menikmatinya.

Beberapa jenis bibit itik petelur yang telah dikembangkan oleh BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor .diantaranya sbb:

  • BPT AK adalah hasil seleksi silangan antara jenis Alabio jantan dengan Betina jenis Khaki Campbell.
  • BPT KAT adalah hasil seleksi silangan antara tiga jenis itik yaitu Khaki Campbell jantan dengan alabio betina hasil persilangan antara alabio jantan dan itik tegal betina.
  • BPT KA adalah hasil seleksi silangan antara jenis Khaki Campbell jantan dan Alabio betina.

Bibit hasil silangan diatas mempunyai keunggulan produksi yang tinggi , kerabang telur berwarna hijau muda dan dan mempunyai konversi pakan yang bagus.

Tabel kemampuan produksi

Jenis itik

Jumlah telur

Bobot telur



(butir / tahun)

(gram / butir )

BPT AK

297

70

BPT KAT

282

70

BPT KA

274

70

( sumber : dari berbagai sumber )

Para peternak itik petelur saat ini memang harus mengakui bahwa bibit yang tersedia sebagian besar dipasaran memang tidaklah stabil karena kulitas bibit yang digunakan masih sangat beragam , terutama jika dilihat dari ketidakstabilan genetik bibit yang digunakan oleh para peternak sehingga mengakibatkan produksi juga tidak stabil dan rendah. Untuk mensiasatinya, kita memang harus benar benar pandai memilih untuk penggunaan bibit yang berkualitas dan seragam karena itu dapat meminimalkan fluktuasi produksi yang tinggi.

Pengaturan pola produksi juga memang harus di lakukan untuk menghindari kelebihan produksi dan mencegah terjadinya kelangkaan produk. Pada saat terjadi kelebihan produksi, harga akan turun. Begitu pula sebaliknya jika terjadi kelangkaan produk , harga akan naik. Untuk itu peternak harus bisa membaca trend permintaan dan penawaran produk dalam rangka mengatur pola produksi agar dapat mengantisipasi harga produk dipasaran karena peternak cenderung sebagai penerima harga dan bukan penentu harga.

Minggu, 24 Mei 2009

Telur Murah Pedagang Bungah

Siapa yang senang kalau harga telur murah.? Ya... Tentu saja pedagang telur, terutama untuk pedagang telur yang langsung mengambil barangnya ke peternak. Pada saat harga telur murah daya serap pasar memang sepi omset penjualan tak seberapa. Nah, justru pada keadaan sepi ini lah pedagang gampang memperoleh harga yang murah dari peternak.

Banyak peternak yang numpuk barangnya. Terutama peternak bebas yang penjualan telurnya tidak terikat dengan poultry shop penjual pakan.

Memang peternak bebas ini pada saat pasar normal atau tarik tentu harga jual telurnya bisa jauh lebih tinggi dari peternak plasma. Tetapi disaat kondisi pasar seperti ini harga jualnya bisa jauh lebih rendah dari harga normalnya. 

Dan satu lagi kemudahan untuk pedagang telur pada kondisi seperti ini adalah tempo pembayaran. Banyak pedagang yang menjual telurnya dengan tempo yang lama asal barangnya bisa keluar. Banyaknya kejadian pembayaran yang macet juga sering terjadi pada keadaan seperti saat ini. Oleh karena itu tetap berhati-hati adalah kunci utama dalam kesuksesan bisnis telur ini.

Senin, 18 Mei 2009

Kenapa Harga telur nggak naik-naik?

Sudah hampir mendekati akhir bulan mei ini harga telur ras tak kunjung membaik juga. Banyak sms yang masuk ke hp saya yang menanyakan prediksi tentang perkembangan harga telur ini. Ada mas amin dari yogja mengatakan saat ini pasarnya sepi. Mas agus dari solo juga begitu. Ada lagi mas wawan dari jakarta juga mengatakan hal sama.

Memang banyak yang salah dalam memprediksi harga telur di tahun 2009 ini. Saya sendiri pun juga termasuk bagian yang salah, Karena mahalnya dan langkanya DOC tahun 2008 kemarin saya berpikir bahwa pada tahun 2009 ini harga telur akan tinggi. Ternyata salah juga, sudah hampir setengah tahun kita memasuki tahun 2009 ini tetapi harga telur juga belum bisa menyamai harga di tahun 2008 kemarin.

Untuk perkembangan harga dalam waktu dekat ini atau dalam bulan ini saya pikir juga nggak terlalu ada perubahan harga yang signifikan. Memang pada awal bulan biasanya sedikit ada kenaikan karena permintaan pasar juga sedikit naik.

Kemarin ada yang menanyakan juga apa harga ini tidak naik karena over produksi atau terlalu banyak bertambahnya populasi layer? menurut saya ini pun juga bukan penyebab dari jeleknya harga telur saat ini.

Menurut pengamatan saya saat ini, harga kurang bagus ini disebabkan karena memang dari daya serap pasar yang kurang atau daya beli masyarakat yang turun. Ini bisa kita lihat dari informasi yang di berikan beberapa member sms info bahwa para penjual di pasar yang langsung ke end user, yang biasa dalam per hari nya bisa habis 50 kotak sekarang ini turun menjadi 20 kotak per hari. Mungkin juga saat ini masyarakat juga banyak yang lebih mengencangkan ikat pinggang karena sebentar lagi akan memasuki tahun ajaran baru , butuh biaya untuk sekolah anak-anaknya .

Jumat, 15 Mei 2009

Premix Produksi Medion, Komposisi, Indikasi Dan Dosis Pemakaian

Cara mudah pemesanan :

  1. Kirim SMS Nama Obat yang ingin anda beli dan alamat anda Ke 085859162337
  2. Kami akan membalas tentang ketersediaan barang dan harga sampai ketempat anda.
  3. Silahkan anda melakukan transfer KE REK BCA 0243945825 an DINA KUSUMAWATI
  4. Pengiriman barang akan kami proses
  5. Silahkan menunggu pesanan anda di rumah anda
  6. Minimal order untuk jenis serbuk 1 kg dan 1 liter untuk jenis cair.



TOP MIX

TOP MIX
Top feed supplement for top profit
· 2 amino acids
· 6 minerals
· 12 vitamins

Feed supplement for:
· chick · broiler
· layer · breeder

COMPOSITION
Each 10 kg contains:

Vitamin A 12,000,000 IU
Vitamin D3 2,000,000 IU
Vitamin E 8,000 IU
Vitamin K 2,000 mg
Vitamin B1 2,000 mg
Vitamin B2 5,000 mg
Vitamin B6 500 mg
Vitamin B12 12,000 µg
Vitamin C 25,000 mg
Calcium-D-panthothenate 6,000 mg
Niacin 40,000 mg
Choline chloride 10,000 mg
Methionine 30,000 mg
Lysine 30,000 mg
Manganese 120,000 mg
Iron 20,000 mg
Iodine 200 mg
Zinc 100,000 mg
Cobalt 200 mg
Copper 4,000 mg
Zinc Bacitracin 21,000 mg
Excipient q.s 10,000 mg

Indication
· Improving feed conversion thereby, feed cost is lower.
· Chicks grow faster, healthier; increasing broilers body weights because TOP MIX contains 2 amino acids.
· Increasing feed efficiency.
· Increasing and prolonging egg laying period.
· Preventing diseases and decreasing mortality rate.

Dosage & Administration
Per kg feed :
· Chicks at the age of 0-8 weeks : 3-5 grams
· Chicken at the age of 9-18 weeks : 2-4 grams
· Broiler : 3-5 grams
· Layers : 2-4 grams
· Breeders : 5-7 grams

Presentation
Sac : 25 kg

Registration Number
Indonesia : DEPTAN RI No. D 0204151 FTS. 2



PIGNOX

PIGNOX
· feed supplement for stimulating growth of piglets
· without antibiotic
· prevent diarrhea in piglets

PIGNOX is multivitamins, amino acids and trace elements preparation which is indicated for optimal growth in piglets. These substances are essential for optimal health, growth and performance in pig. Vitamins will enhance body metabolism, strengthen body defense against diseases, and increase cell growth. Amino acids are building blocks for protein synthesis which is needed for cell growth resulting in better performance while trace elements are needed for optimal functions of enzymes for better metabolism. This combination makes PIGNOX the best supplement for piglets.

Composition
Each kg contains:
Olaquindox 40,000 mg
Vitamin A 5,000,000 IU
Vitamin D3 800,000 IU
Vitamin E 2,000 mg
Vitamin K3 800 mg
Vitamin B1 400 mg
Vitamin B2 800 mg
Vitamin B6 400 mg
Vitamin B12 8 mg
Nicotinic acid 8,000 mg
Ca-D-pantothenate 6,000 mg
Choline chloride 200,000 mg
Methionine 40,000 mg
Manganese 8,000 mg
Iodine 400 mg
Iron 16,000 mg
Cobalt 200 mg
Copper 20,000 mg
Zinc 20,000 mg
BHT (Antioxidant) 1,500 mg

Indication
· Stimulate growth of piglets.
· Prevent diarrhea in piglets.

Dosage & Administration
Mix PIGNOX thoroughly in feed.

Prestarter
Starter
(up to 3 months old)
125 grams per 100 kg of feed
Grower
(age 3-4 months old)
62.5-125 grams per 100 kg of feed

Presentation
Sachet : 500 g

Registration Number
Indonesia : DEPTAN RI No. D 99081109 FTS. 1



MINERAL BABI

MINERAL BABI
minerals supplement for swine

MINERAL BABI is minerals and vitamin B12 supplement specially formulated for swine. Requirements of minerals in swine vary at different stages of life. Calcium and phosphorus are important in building up bone density as deficiency of these minerals may cause rickets. Lack copper, iron and vitamin B12 may cause anemia in piglets. Manganese deficiency may cause lameness while iodine deficiency may cause hairiness in young pigs and goiter in older ones. Copper, in addition, can also completely replace antibiotics as growth promoter; this will lead to stimulation of growth and enhances feed efficiency.
Overall, minerals and vitamin B12, as provided by MINERAL BABI, are essential for normal growth and appear to improve appetite.

Composition
Each kg contains:
Calcium (Ca) 225 g
Phosphorus (P) 90 g
Iron (Fe) 20 g
Copper (Cu) 0.3 g
Manganese (Mn) 2 g
Iodine (I) 0.09 g
Magnesium (Mg) 9 g
Zinc (Zn) 9 g
Sodium chloride (NaCl) 30 g
Cyanocobalamin (Vitamin B12) 1.5 mg

Indication
· Stimulate growth of swines.
· Overcome anemia in swines or piglets.
· Increase appetites and enhances feed efficiency.
· Prevent paralysis in nursing sows.

Dosage & Administration
1 kg per 100 kg of feed (10 kg per ton of feed), mix thoroughly.

Presentation
Plastic container : 1 kg

Registration Number
Indonesia : DEPTAN RI No. D 03021838 FTS. 1

Kamis, 14 Mei 2009

Ayam Kampung, Permasalahan dan Harapan

Oleh Suharyanto

ayam pelung

Dunia perunggasan nasional dalam gejolak. Demikianlah kalimat yang mungkin tepat untuk menggambarkan bagaimana situasi perunggasan kita saat ini yang seiring dengan krisis ekonomi yang tiada menentu. Gejolak perunggasan –yang dalam hal ini adalah per-’ayam’-an, cukup rumit untuk ditelusuri bagai mengurai benang kusut. Mulai fluktuasi harga broiler, produksi DOC yang (sekarang) kekurangan, harga pakan yang relatif tinggi, belum harmonisnya hubungan antara peternak kecil dan besar, dan berbagai permasalahan lainnya cukup membuat “resah” perekonomian nasional dan bikin “pusing” para penentu kebijaksanaan.

Namun, di tengah gejolak per-’ayam’-an itu, ada sekelompok ayam yang sepi dari hingar bingar tersebut. Ia adalah ayam kampung. Ya, ayam kampung memang sepi , adem ayem, seakan tidak terpengaruh oleh situasi yang bergejolak di lingkungannya. Ayam kampung sepi dari pembicaraan orang, sepi dari naiknya harga pakan, sepi dari sirkulasi pasar, sepi dari program ini dan itu, bahkan sepi juga dari sentuhan tangan para pengusaha.

Mengapa demikian? Apakah ayam kampung itu “kesepian” dan “minder” sehingga tidak punya nyali untuk tampil di kancah perunggasan? Atau karena atribut “kampung” membuatnya sepi dari “peredaran”. Tapi bukankah pemerintah juga sudah menaikkan “derajat”-nya dengan mengganti nama menjadi ayam buras (bukan ras). Tokh ayam ini belum juga sempat dilirik oleh para pelaku usaha peternakan, apa lagi untuk dibudidayakan secara besar-besaran.

Banyak kalangan baik itu pengamat, praktisi, maupun peneliti yang mengemukakan bahwa sebenarnya ayam kampung itu cukup potensial untuk bersaing di kancah perunggasan. Beberapa diantaranya adalah melalui intensifikasi pemeliharaan. Jadi sistem pemeliharaan yang selama ini hanya ‘sekedarnya’ harus dirubah menjadi lebih ‘moderen’. Akan tetapi perlu juga kita akui bahwa ayam kampung masih memiliki permasalahan yang membuatnya belum dijadikan pilihan usaha peternakan.

Perbaikan sistem melalui pola intensifikasi pemeliharaan merupakan cara atau pilihan yang telah cukup banyak dilakukan oleh peternak (kecil). Hasilnyapun agaknya tidak mengecewakan, yaitu dapat meningkatkan pendapatan peternak melalui cara ini. Akan tetapi nilai tukar produk ayam kampung masih diuntungkan oleh adanya anggapan-anggapan tradisi, seperti: telur ayam kampung memiliki khasiat tertentu yang tidak dimiliki oleh telur ayam ras, rasa dagingnya yang lebih enak, dan lain-lain angapan sejenis. Bukan berarti angapan-anggapan tersebut salah atau perlu disalahkan, tetapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa gejolak permintaan para konsumen itu dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti faktor ekonomis. Kalau dibandingkan dengan harga produk-produk ayam ras, memang lebih mahal. Juga bagi produsen, ia akan memilih komoditas yang efisien dari segi pemeliharaan.

Selain itu ketersediaan produk ayam kampung tidak kontinyu, sementara permintaan akan daging dan telur cenderung meningkat secara eksponensial. Hal ini membuat peluang pasar ayam kampung ‘direbut’oleh ayam ras. Untuk permasalahan ini agaknya perlu adanya program pembibitan ayam kampung untuk mendapat suplai bibit secara kontinyu. Hanya saja permasalahan ini adalah daur reproduksi ayam kampung relatif lebih lama/panjang sehingga cukup mengganggu kelancaran ketersediaan bibit. Hal ini karena ayam kampung karus kawin, bertelur, mengeram dan menetaskan, dan memelihara anak. Mengenai sifat mengeram dan memelihara anak merupakan sifat alami yang tidak bisa dihilangkan begitu saja, tetapi dapat dikurangi/manipulasi. Mengeram dan memelihara anak memerlukan jangka waktu tertentu sehingga upaya yang dapat kita lakukan adalah mengurangi lamanya jangka waktu tersebut seperti, tugas mengeram dan menetaskan telur diserahkan kepada mesin tetas sehingga ayam tidak perlu lagi mengerami telurnya, meskipun “hasrat” untuk mengeram tetap ada tetapi telah diminimalkan. Demikian juga dengan mengambil alih “hak” ayam jantan melalui inseminasi buatan merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mempermudah upaya pembibitan.

Pilihan lain yang dapat dilakukan adalah dengan memperbaiki mutu genetik ayam kampung. Untuk ini peranan seleksi sangat dibutuhkan untuk mendapatkan bibit-bibit ayam kampung sesuai dengan yang diharapkan. Apa lagi ayam kampung itu sendiri cukup beragam. Ini tentunya memberi peluang bagi kita untuk memilih dan memilah ayam-ayam ungulan. Sejalan dengan ini dapat pula dilakukan pemuliabiakan melalui persilangan antaragam ayam kampung. Beberapa daerah di Indonesia memiliki ayam kampung yang tipikal, misalnya, ayam Nunukan di daerah Kalimantan, ayam Kedu di daerah Kedu (Jawa Tengah), dan masih banyak lagi ragam ayam kampung sesuai dengan kekhasannya masing-masing. Bila semua itu dimanfaatkan dengan baik maka akan dapat meramaikan dunia persilangan ayam kampung dengan harapan akan muncul “jawara-jawara” unggulan.

Akan sangat menggembirakan lagi kalau kita dapat “menciptakan” ayam ras dari ayam-ayam kampung kita sendiri. Ini membutuhkan teknologi rekayasa genetika. Dengan mengotak-atik gen ayam kampung kita ciptakan ayam ras. Sebagaimana kita ketahui bahwa nenek moyang ayam ras adalah ayam kampung juga. Maka tidaklah menutup kemungkinan kita bisa memiliki Parent Stock sendiri. Contohnya adalah Mesir, negara berkembang yang sudah mampu menciptakan ayam ras dari ayam-ayam lokalnya. Kenapa kita mesti tidak bisa? Memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, ini membutuhkan proses yang relatif panjang dan lama.

Ada satu lagi yang cukup memberi peluang bagi ayam kampung untuk bersaing, yaitu memanfaatkan isu-isu aktual dan global. Isu-isu global yang turut mewarnai pola konsumsi diantaranya adalah back to nature, animal walfare,dan consumer protection. Berkenaan dengan hal tersebut, di negeri-negeri yang telah maju, para konsumen lebih menghargai telur yang dihasilkan dari ayam-ayam yang dipelihara dengan sistem range daripada sistem bateray yang dianggap ‘menyiksa’ ayam. Mereka juga lebih memilih telur dan daging yang lebih alami, misalnya bebas zat aditif buatan, low fat, low cholesterol, dan lain-lain yang sering dikaitkan dengan aspek kesehatan dan keamanan tubuh manusia. Meskipun ini baru berlaku di negara-negara maju bukan berarti tidak akan berlaku di Indonesia. Bukankah John Naisbitt telah “membuat” dunia tanpa batas (borderless world), sehingga memungkinkan konsumen dari segala penjuru dunia memilih produk-produk negeri ini.

Untuk yang satu ini, agaknya ayam kampung cukup memenuhi persyaratan isu global tersebut. Tinggal bagaimana kita bisa mengemasnya dalam “bahasa” yang lebih menarik dan ilmiah. Kita tidak lagi harus mengatakan bahwa telur ayam kampung bisa sebagai obat kuat, dapat menyembuhkan orang kesetanan, atau ayam hitam legam dapat berkhasiat sebagai jamu, dan sebagainya yang cenderung “mistis”. Dengan mengemasnya secara ilmiah sesuai dengan tuntutan konsumen dewasa ini maka produk ayam kampung cukup menjanjikan. Telur ayam kampung tidak lagi hanya dijual pada mbok-mbok Jamu, tetapi ke hotel-hotel berbintang.

Akhirnya sepinya ayam kampung dari hingar bingar dunia perungasan bukan berarti tidak berpotensi untuk dibudidayakan oleh pengusaha. Hanya saja ini membutuhkan kerja keras dari semua pihak dan saling kerja sama antara peternak dengan lembaga-lembaga penelitian untuk terus menggali potensi ayam kampung. ::::::


sumber: http://suharyanto.wordpress.com

Rabu, 13 Mei 2009

HARGA TELUR ITIK TERMURAH DI JAWA TIMUR

Banyak para pedagang telur itik yang belum mengetahui dimanakah harga tekur itik yang paling murah bisa diperoleh.

Pada dasarnya telur itik ada dua jenis yaitu telur itik gembel atau sering di sebut juga dengan telur itik bali dan telur itik mojosari. Dari dua jenis telur itik ini perbedaan mencolok pada warna kulitnya. Untuk telur itik gembel warna kulitnya ada yang hijau dan ada juga yang putih, seperti gambar disamping ini. Bentuk telurnya lonjong dan biasanya lebih besar dari telur itik mojosari.

Untuk telur itik mojosari bentuknya cenderung bulat dan lebih kecil dari telur itik gembel atau itik bali ini. Jenis itik ini banyak dipelihara mulai dari daerah mojokerko sampai ke jawa barat.Disamping ini adalah gambar dari telur itik mojosari.

Untuk jenis itik bali banyak dipelihara di daerah probolinggo terus sampai ke timur dan Bali. Telur itik ini banyak dikirim untuk daerah bali. Untuk perbandingan harga saat ini, telur itik bali ukuran ABC harhganya 900 rupiah dan 950 rupiah untuk ukuran AB dari pengepul. Sedangkan untuk telur itik mojosari harga di blitar saat ini adalah sekitar 1000 rupiah untuk ukuran AB.

Senin, 11 Mei 2009

MEMBUNUH BAKTERI KOLERA

Sesungguhnya penyakit bakterial seperti kolera menimbulkan kerugian yang cukup banyak. Selain kematian, penurunan produksi pada ayam yang telah bertelur dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

"Kematian yang ditimbulkan memang tidak banyak. Akan tetapi kerugian yang diakibatkan kolera ini cukup signifikan. Bila menyerang ayam yang sedang dalam masa bertelur, penurunan produksi telur yang terjadi cukup lumayan selama beberapa waktu lamanya," jelas seorang praktisi.

Bila kasus sudah telanjur terjadi, “Jangan lupa musnahkan ayam yang mati dan karantina ayam yang sakit serta berikan pengobatan," ujar seorang peternak.
Bakteri penyebab kolera ini ‘senang’ bersembunyi di tempat-tempat yang tak terjangkau, misalnya di limphoglandula perifer di daerah leher. Oleh karena itu kolera sering muncul karena tidak runtasnya pemberantasan pada ayam petelur dewasa dimana kasus ini lebih banyak menyerang.

Penyakit kolera pada unggas ini disebabkan oleh bakteri kelompok Gram-negatif yang berkapsul, Pasteurella multocida. Oleh karenanya penyakit ini disebut juga sebagai pasteurellosis. Pasteurella multocida penyebab penyakit kolera mempunyai 5 serotipe yaitu A, B, D, E dan F. "Sedangkan yang menimbulkan gangguan pada ayam biasanya serotipe A, B dan D," kata seorang akademisi dari sebuah fakultas kedokteran hewan sebuah perguruan tinggi ternama.

Tingkat keganasan bakteri ini berbeda-beda dan ditentukan oleh kapsul yang membungkus bakteri. Bila kapsul tersebut rusak tingkat keganasan bakteri akan berkurang bahkan tidak berbahaya lagi. Meskipun bakteri tahan hidup selama beberapa bulan dalam litter atau bahan yang mudah membusuk, tetapi mudah terbunuh oleh sinar matahari, pengeringan, pemanasan ataupun dengan berbagai desinfektan.

Untuk mengatasi datangnya penyakit yang mungkin saja beruntun seperti ini, antibiotik yang digunakan dipilih yang efektif kerjanya. Para ahli kesehatan hewan menyatakan karena disebabkan oleh bakteri, penyakit kolera ini dapat diobati dengan menggunakan antibiotik khusus yang bekerja secara sistemik terhadap bakteri Gram-negatif.

Namun, anjur para ahli, sebaiknya pemakaian antibiotik ini juga digilir agar tidak menimbulkan resistensi bakteri terhadap antibiotik tertentu, karena sensitivitas kuman dapat terjadi.
Beberapa pakar menyarankan pemakaian antibiotik khususnya golongan penisilin seperti amoxycillin maupun sulfa untuk mengatasi serangan kolera pada ayam, maupun septicaemia atau menyebarnya bakteri ke seluruh tubuh.

Preparat seperti flumequin dan quinolon dapat dipakai untuk mengobati penyakit kolera pada unggas. Jaringan yang mengalami kerusakan akibat adanya peradangan perlu direhabilitasi dengan memberikan terapi supportif (multivitamin) dan memberikan pakan yang berkualitas dengan kandungan nutrien yang cukup.

Pengobatan yang dilakukan dengan memberikan antibiotika memberikan hasil yang berbeda-beda. Hal ini bisa terjadi karena P multocida mempunyai banyak serotipe yang mungkin mempunyai respon yang berbeda-beda pula terhadap antimikroba.
Untuk mendapatkan hasil pengobatan yang terbaik tentunya dilakukan uji sensitivitas.



sumber: http://kedokteranhewan.blogspot.com