Sabtu, 07 Agustus 2010

Pemeliharaan DOC ayam petelur fase awal

Berbagai persiapan kandang yang harus dilakukan oleh setiap peternak untuk menyambut kedatangan DOC, adalah sebagai berikut:

  1. Pencucian kandang. Mencuci kandang berarti membersihkan seluruh ruangan kandang, dinding, langit-langit dan segala peralatan yang ada. Upaya membersihakan kandang ini diawali dengan pencucian, kemudian men-sucihamakn kandang, dan di akhiri dengan peengistirahatan kandang. Dengan demikian, kandang kandang dan segala peralatan kandang yang sudah dibersihkan, tidak langsung diisi dengan DOC, akan tetapi harus di istirahatkan terlebih dulu, minimal selama 21 hari. Sebelum DOC tiba, kandang dan peralatan harus disemprot sekali lagi dengan obat anti-kuman (desinfektan)
  2. Pemasangan pembatas pada indukan. Pembatas sebagi pelindung dalam ruang indukan, sangat penting artinya bagi anak-anak ayam yang dipelihara pada masa awal. Sebabdengan pembatas tersebut, anak ayam tidak akan bergerak terlalu jauh meninggalkan indukan, tempat makan da air minum. Karena anak ayam tersebut masih memerlukan panas tambahan dari luar, dan disamping itu, jangkauanya untuk mengenal lingkungan masih sangat terbatas. Beberapa hal penting yang perlu dip[ersiapkan dalam pemasangan pembatas adalah meliputi bahan dan ukuran yang digunakan. Bahan bisa berasal dari seng, hardboard, triplek, papan ataupun bahan lain.

Ukuran pembatas untuk indukan sebagai berikut:

  1. Pembatas berbentuk lingkaran, yang dibuat dari seng. Pembatas ini memiliki tinggi 45 cm, garis tengah 200cm, dan mampu menampung 500ekor DOC. Adapun yang bergaris tengah 300 cm lebar 120 cm mampu menampung 750-1000 ekor DOC.
  2. Pembatas berbentuk empat persegi panjang, yang dibuat dari tripllek atau papan. Pembatas ini memiliki tinggi 60 cm, panjang 240 cm, lebar 120 cm, dan mampu menampung 250 ekor DOC.

Pembatas yang berbentuk lingkaran, seminggu sekali harus diperlebar sedangkan yang berbentuk persegi panjang, kapasitasnya diperjarang. Kedua hal ini dilakukan dengan tujuan yang sama, yaitu untuk memperlonggar ruang indukan.

  1. Penyediaan dan pemberian litter. Setelah pembatas indukan dipasang, lantai segera ditebari dengan litter secara merata. Pada minggu pertama DOC itu dibesarkan, litter ditutup dengan koran sebanyak 7 lapis. Setiap hari, alas koran itu dibersihkan dengan cara mengambil koran lapisan teratas. Pekerjaan semacam ini berlangsung selama 7 hari, sehingga pada hari ke delapan, litter tersebut sudah tidak tertutup lagi. Penutupan litter bertujuan agar DOC tidak mematuk sekam, karena pada waktu itu DOC belum mengenal makanan secara baik. Litter merupakan alas lantai yang terdiri atas bahan-bahan yang mampu menyerap air, tidak mudah menjadi padat dan menggumpal. Bahan litter tersebut pada umumnya berupa meranglemut, serbuk gergaji, pasir, jerami yang dicincang halus ataupun jenis bahan yang lain.
  2. Penyiapan Pemanas. Selama 21 hari telur dierami induknya, telur tersebut akan mendapatkan panas dari tubuh induk sekitar 41 derajat celcius. Akan tetapi, setelah telur menetas berupa DOC, maka DOC tersebut harus menghadapi suhu yang lebih rendah, yaitu sekitar 29 derajat celcius, bahkan dipagi hari kuarang dari 27 derajat celcius. Oleh karena itu, utnuk menjamin kenyamanan DOC yang barusaja menetas diperlukan suhu tambahan, sehingga tidak jauh beda dengan suhu induk. Suhu tambahan tersebut berupa sumber pemanas dari luar yang biasa disebut indukan. Sumber atau alat pemanas ini berfungsi sebagai induk. Alat pemanas ini hanya digunakan pada masa awal pemeliharaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar