Sabtu, 02 Oktober 2010

Colibacillosis

Bakteri coliform terutama escherichia coli, merupakan bakteri yang normal hidup pada saluran pencernaan dan normal terdapat banyak dilingkungan peternakan ayam. E. coli menyerang ayam pada berbagai tingkatan umur. Pada periode akhir penetasan sering ditemukan embrio mati sebelum menetas. Pada anak ayam umur sampai 3 minggu menyebabkan kematian dengan gejala: omphalitis, jaringan sekitar pusar menjadilembek seperti bubur dan oedema. Sedangkan pada ayam dara (8-10) minggu menyebabkan gangguan pernapasan disertai bersin, anemia dan kekurusan yang bisa menimbulkan kematian sebesar 1-2 %. Infeksi E. coli dapat sebagai injfeksi sekunder mengikuti serangan penyakit yang lain. Infeksi sekunder biasanya setelah terjadi serangan penyakit lain (IB, ILT, CRD dan ND bentuk pernapassan). Kondisi stres dan kandang yang berdebu merupakan faktor pemicu serangan colibacillosis.

Penyebab Penyakit.
Escerichia Coli adalah suatu Gram negatif yang tidak tahan terhadap asam, berbentuk batang, tidak membentuk spora dan dapat bergerak. E.coli merupakan bakteri yang normal dalam saluran pencernaan mamalia dan unggas, khususnya diusus bagian belakang. Sebagian besar merupakan galur non-patogenik(tidak menyebabkan penyakit), sedangkan serotipe yang patogen sekitar 10-15%. Bakteri ini akan dikeluarkan dari tubuh bersama feses dalam jumlah besar. E.coli tahan diluar tubuh ayam selama beberapa minggu tetapi tidak tahan terhadap kekeringan dan desinfektan.

Gejala penyakit
Infeksi colibacillosis bisa bersifat lokal atau sistemik dengan berbagai bentuk.

Bentuk Infeksi Lokal Collibacillosis:
  1. Omphalitis
    merupakan peradangan pada pusar.Infeksi ini terjadi karena kontaminasi pusar oleh jenis bakteri E.coli yang ganas. Telur yang terkontaminasi feses merupakan sumber utama terjadinya omphalitis. Bakteri masuk secra in ovo (melalui telur), jika induk ayam mengalami oophoritis (radang pada ovarium) atau salpingitis (radang pada saluran telur). Selain itu bakteri E.coli juga dapat mencemari telur melalui peralatan yang terkontaminasi bakteri. Omphalitis dapat juga terjadi dari translokasi (perpindahan) bakteri dari usus ayam atau aliran darah. Untuk kasus infeksi cara ini, pusar mungkin tidak terjadi perubahan. Embrio ayam dapat mengalami kematian sebelum atau setelah menetas. Pusar tampak membuka, basah dan kemerahan. Yolk sac (kuning telur) belum terserap, encer dan berbau busuk.
  2. Cellulitis
    peradangan dibawah kulit atau cellulitis, biasanya terjadi pada unggas dengan penyebab yang bermacam-macam, tetapi kebanyakan karena infeksi, E.coli. Kejadian cellulitis akut atau sub akut yang melinatkan perubahan pada periorbhital da jaringan subkutan di daerah kepala dapat memicu terjadinya penyakit Swollen Head Syndrome (SHS).
  3. Diare
    Jenis bakteri E.coli patogen yang bersifat enterotoxigenic (ETEC) akan menyebabkan terbentuknya akumulasi cairan diusus sehinga ayam akan mengalami diare (usus mengalami peradangan/enteritis). Enteritis ini akibat infeksi E.coli primer maupun sekunder. Infeksi sekunder terjadi akibat bakteri e.coli meninfeksi usus yang telah rusak akibat penyakit-penyakit yang lain. msalnya kosidiosis atau helminthiasis. Pada keadaan ini E.coli akan memperberat dari penyakit primernya.
  4. Salpingitis
    merupakan peradangan pada saluran telur/oviduk yang akan mengakibatkan penurunan produksi telur dan kematian secara sporadis pada ayam dewasa. Colibacillosis bentuk ini banyak ditemukan pada ayam petelur menjelang periode bertelur ataupun selama masa produksi. Salpingitis kadang dikelirukan dengan kasus telur yang tertahan di oviduk. Salpingitis terjadi akibat perpindahan bakteri E.coli dari kloaka ke Oviduk atau melalui kantung udara (air sacculitis). Salpingitis yang terjadi akibat perpindahan bakteri E.coli melalui kantung udara banyakk terjadi pada ayam umur muda dan merupakan infeksi sitemik.
Bentuk infeksi sistemik Colibacillosis (Colisepticemia). Bakteri E.coli masuk dalam sirkulasi darah, menginfeksi berbagai jaringan melalui luka pada usus atau saluran pernapasan.
  1. Colisepticemia bentuk pernapasan.
    Merupakan bentik Colisepticemia yang sering terjadi. Bakteri E.coli masuk dalam sirkulasi darah melalui kerusakan mukosa saluran pernapasan akibat agen infeksi maupun non infeksi. Faktor predisposisi terjadinya colisepticemia yaitu: Infeksi IB, ND, mycoplasma, kandungan amonia dalam kandang yang tinggi. Perubahan menyolok dar Colisepticemia bentuk pernapasan adalah pada jaringan saluran pernapasan (trakea, paru-paru dan kantung udara), pericardium dan peritoneum.
  2. Neonatal colisepticemia
    Anak ayam peka terhadap infeksi neonatal colisepticemia pada umur 1-2 hari setelah menetas. Kematian terjadi sampai umur 1-2 hari setelah menetas. Kematian terjadi sampai umur 2-3 minggu dengan total kematian 10-20%. Kurang lebih 5 % dari kelompok anak ayam ini akan mengalami gangguan pertumbuhan.
    Jika bakteri E.coli tidak terkontrol, dapat terlokalisasi di tempat-tempat yang kurang terlindungi, yaitu: otak, mata, jaringan synoval(persendian,tendon, bursa sternalis) dan tulang.
  3. Panopthalmitis
    Perpindahan bakteri E.coli ke mata merupakan hal yang jarang terjadi. Mata akan membengkak, bola mata nampak berawan dan buram, dimana perubahan ini diawali dengan kemerahan pada mata. Bentuk akhir dari infeksi ini mata akan atropi dan ayam mengalami kebutaan.
  4. Meningitis.
    Bakteri E.coli di otak akan menyebabkan peraddangan pada otak (meningitis) yang di unggas lebih dikenal dengan istilah enchepalitis.
  5. coligranuloma.
    ditandai dengan bungkul-bungkul pada hati, sekum, duodenum dan penggantung usus. bentuk colibacillosis ini dapat menyebabkan kematian sampai 75%
Penularan Penyakit
Penularan penyakit terjadi secara vertikal dan horizontal. Penularan secara vertikal terjadi melalui saluran reproduksi induk ayam, yaitu melalui ovarium atau oviduk yang terinfeksi. Telur yang menetas akan menghasilkan DOC yang tercemar bakteri E.coli.
Penularan horizontal terjadi secara kontak langsung dengan ayamsakit atau secra tidak langsung melalui kontak dengan bahan/peralatan kandang yang tercemar. Penularan biasanya terjadi secara oral melalui ransum / air minum yang terkontaminasi bakteri melalui saluran pernapasan bersama debu diudara.
Larva dan kumbang hitam dewasa (Alphitobius diaperanus) berperan menularkan dan menyebarkan bakteri E.coli antar kandang atau peternakan. Cara penularan adalah ayam makan larva/kumbang dewasa atau akibat ayam kontak dengan feses kumbang yang tercemar bakteri E.coli.

Pencegahan
  1. Sanitasi kandang
  2. Pengelolaan yang baik
  3. Peralatan peternakan dicuci dengan bersih
  4. Cek kualitas air minum peternakan terhadap adanya bakteri coliform dan E.coli.
Pengobatan
Berikan Antibiotik


---Semoga Bermanfaat---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar