Jumat, 05 Maret 2010

BUDI JAYA PS, Si budi kecil kini tak kecil lagi...

Teringat saya beberapa tahun yang lalu, ada pedagang telur arab kecil yang keliling ke peternak kecil dengan sepeda motor dan telurnya pun di jual ke pengepul kecil juga. Pokoknya serba kecil lah. Saya salut saja dengan kerja keras dan semangatnya. Itulah BUDI JAYA PS. Yang namanya pedagang kecil ya tentu saja pangsa pasarnya kecil juga dan orangnya juga itu-itu saja.

Di blitar ini banyak sekali pedagang telur, kalau mau di hitung mungkin dalam satu kampung bisa 10 orang lebih. Karena ketatnya persaingan ini, kadang saya sangat kasihan sekali dengan margin keuntungan mereka, kadang hanya 5 rupiah saja per butirnya. Itupun telurnya masih diseleksi dengan ketat. Jadi kalo banyak sotiranya bisa gak untung malah rugi.

Suatu hari mas budi ini ngeluh ke saya kalo pelangganya di isi pedagang lain dengan harga yang lebih rendah, mungkin demi mendapatkan pelanggan, pesaingnya ini jual dengan tidak mengambil keuntungan sama sekali dan hanya berharap nanti kalo sudah jadi pelanggan rutin baru mengambil keuntungan. ya... begitu itu wis... ceritanya bakul endog sejak dulu waktu jaman jepang. Makanya itu saya lebih senang jadi peternak saja daripada jadi pedagang atau poultryshop (PS) yang jualan telur. Ya kalau harga telur mahal kita syukuri, sudah diberi kemudahan dan kemurahan rejeki, sedangkan waktu harga murah seperti ini ya... alhamdulillah kita di ingatkan bahwasanya roda kehidupan itu tidak selalu berada di atas. Pokoknya kita syukuri yang ada, kayak lagunya D'Masiv itu lho... kebetulan aja lagu itu kesukaan anak saya jadi tiap hari dengar sampek hafal sendiri.

Kembali tentang Budi Jaya PS ini, karena telurnya sudah nggak diambil oleh pedagang rutinya ini maka si budi kecil ini pun bingung, mau di jual kemana lagi telurnya, kalo sudah bingung begini biasane kalo ditawarkan ke pengepul yang bukan rutinanya akan di beli dengan harga dibawah harga belinya di peternak. Yang namanya pedagang kecil yang pasarnya juga kecil, ditambah dengan kemampuan mencari informasi yang kurang, pasti bingung juga cari pasar baru untuk penjualan telurnya. Maklum namanya wong ndeso atau istilah e pak tukul arwana katrok hehehehe. kemudian ngomong ke saya, mas tolong saya carikan pasar baru untuk penjualan telur arab yang mempunyai harga bagus. OK, saya bantu sebisa saya. Kemudian saya coba mereview di blog saya ini dan menghubungi beberapa member sms info untuk menanyakan pedagang telur arab didaerahnya yang cukup kredibel dalam masalah finansialnya. Akhirnya dapat juga beberapa pedagang baru dari luar kota yang saya referensikan ke BUDI JAYA PS ini. Sekarang pun usahanya juga semakin berkembang dan mampu melayani pesanan hingga 100.000 butir dalam sekali pengiriman , saya pun senang sekali melihat perkembangannya, ada rasa kepuasan tersendiri jika kita bisa membantu orang lain untuk menuju suatu kesuksesan.

Ada juga pelanggan sms info yang saya referensikan ke mas budi ini tanya, kok nggak jualan sendiri saja mas? kan lumayan bisa nambah penghasilan. Wah, ya lucu sekali to... masak saya sebagai penyedia layanan informasi harga telur kok jualan telur. Lha informasi yang saya berikan gimana bisa akurat lagi, misalnya waktunya saya mengambil telur dari peternak, saya informasikan harga yang rendah biar dapat harga yang murah dan menginformasikan harga yang tinggi pada saat saya menjual telurnya. Karena banyak sekali member sms info yang peternak dari blitar dan pedagang telur arab dari luar kota. Jadi biar saja lah saya menjadi media informasi harga telur yang independen dan terpercaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar