Sabtu, 26 Juni 2010

Tatalaksana pemeliharaan burung puyuh

Pertimbangan untuk memelihara puyuh didasarkan pada modal yang digunakan relatif kecil, dapat dipelihara dalam lingkup rumah tangga, waktu pemeliharaanya pendek ( 6 minggu mulai bertelur), puyuh relatif tahan terhadap serangan penyakit, serta produksi daging dan telurnya tinggi.

Pemeliharaan puyuh dikelompokan dam 3 periode pemeliharaan, yaitu periode starter (1 hari - 3 minggu), periode grower (3-6 minggu), dan periode layer (6 minggu-apkir)

Pakan puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu pelet, remah-remah dan tepung. Pemberian pakan dapat dilakukan 2 kali sehari. Jumlah konsumsi pakan pada puyuh dewasa sekitar 20 gram/ekor. Kandungan protein pada pakan puyuh umur 0-3 minggu sebanyak 24-28%, umur 3-7 minggu sebanyak 20%, dan umur 7 minggu - apkir sebanyak 24% dengan kandungan energi metabolis sekitar 2900 kkal/kg.

Pembibitan burung puyuh sangat tergantung dari tujuan pemeliharaanya, untuk penghasil telur konsumsi, puyuh dipilih dari jenis betina yang sehat dan bebas penyakit. Untuk telur tetas, bibit dipilih dari betina jenis ketam yang produksi telurnya tinggi dan sehat serta jantan yang sehat serta siap membuahai betina. Puyuh ketan adalah jenis puyuh dengan warna bulu pada punggung hitam bintik putih. Kemampuan bertelurnya cukup tinggi yaitu sekitar 300 butir per tahun.

Sementara jika tujuanya untuk puyuh pedaging, digunakan puyuh jantan atau puyuh betina apkir. Awal bertelur puyuh terjadi pada umur 50 hari dengan lama penetasan 16-18 hari.

Pemeliharaan kesehatan dilakukan dengan sanitasi dan tindakan preventif untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh. Menjaga kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi perlu dilakukan agar puyuh dapat terhindar dari serangan penyakit, Pengontrolanpenyakit dilakukan secara rutin. Apabila ada yang sakit, puyuh segera disingkirkan dari kelompoknya untuk diobati. Pelaksanaan vaksinasi sama dengan vaksinasi pada ayam, tetapi dosisnya lebih rendah, yaitu setengah dari dosis untuk ayam.

Hasil panen puyuh meliputi telur dan daging. Telur dipasarkan dengan cara kiloan atau butiran, sedangkan daging dalam satuan ekor atau sudah dimasak. Akhir-akhir ini, banyak sekali rumah saji yang menjual puyuh goreng, terutama dari puyuh apkir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar